Dikenal sebagai kota minyak yang menjanjikan kemakmuran, tak dapat dipungkiri Kalimantan Timur menjadi surga bagi pendatang baru, tapi jika anda termasuk orang yang ingin mengadu nasib di kalimantan timur hati-hati karena begitu anda turun dari kapal/pesawat, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memeriksa penumpang satu per satu. Bagi penumpang yang tidak bisa menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dari tempat asalnya, atau masa berlaku KTP-nya sudah habis, terpaksa harus berurusan dengan petugas. Mereka digiring untuk mengikuti sidang di tempat, kasus tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran peraturan daerah dengan sanksi Rp 50.000 dan biaya perkara Rp 500.
Aturan yang dipakai sebagai landasan dalam pemberian KTP sementara itu adalah Perda Kota Balikpapan nomor 22/2002 tentang sistem manajemen kependudukan. Dalam Perda itu diatur, setiap pendatang yang akan menetap dan bekerja di Balikpapan wajib memiliki KTP sementara. Jika mereka tidak memilikinya, mereka akan tetap disebut tamu. Jika dalam enam bulan ke depan pendatang tidak mendapatkan KTP Balikpapan atau tidak disetujui permintaannya, maka mereka bisa dipulangkan. Denda ini relatif ringan karena berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 22 Tahun 2002, pelanggaran terhadap peraturan ini bisa dikenai sanksi kurungan tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 5 juta.
Dalam kenyataannya di lapangan, banyak pula pendatang yang tidak bisa menunjukkan KTP dan tidak memiliki pekerjaan tetap di Balikpapan kemudian dikembalikan ke daerah asalnya menggunakan kapal laut.Sementara itu, pendatang yang berhasil mendapat pekerjaan, uang jaminannya dikembalikan. Kepada mereka juga diserahkan KTP tetap Kota Balikpapan.
Tenaga Kasar/Buruh/Pembantu
Upah untuk tenaga kasar/buruh atau pembantu di kalimantan timur relatif lebih tinggi dibandingkan di pulau jawa bisa sampai dengan 2, 3 x lipat upah di pulau jawa atau sumatra, tidak mengherankan jika harga2 kebutuhan sandang dan pangan sangat tinggi di provinsi ini, tidak mengherankan jika developer perumahan/proyek besar biasanya membawa tenaga kerja dari pulau jawa langsung karena bisa dibayar murah. Sedangkan warga asli/lokal sendiri jarang yang berminat terjun sebagai tenaga kasar/buruh/pembantu sehingga kemungkinan karena gengsi atau rata2 penduduk disini sudah mapan. Kesulitan untuk mencari tenaga pembantu rumah tangga misalnya sangat tinggi dikalimantan timur dengan upah 600 rb s/d 1 juta, pikiran saya dari pada menjadi TKI di negeri orang mendingin menjadi TKI dinegeri sendiri, hanya saja karena tidak ada yang mengkoordinir Tenaga Pembantu Rumah Tangga ini sehingga warga Balikpapan, Bontang ataupun Samarinda kesulitan untuk mencari informasi keberadaan pembantu tersebut, dan bisa menjadi lahan bisnis sendiri he..he he..
Jika anda tertarik berinvestasilah di Kalimantan Timur terutama yang lagi booming adalah Tanah dan Perumahan woow.. ngileeer bisa 5 x lipat harga di pulau jawa .. weleh weleh. untuk usaha yang lain diantaranya Laundri, Jasa Teknik, Vendor Perusahaan, dimana saingannya sangat sedikit sehingga Perusahaan2 disini tidak mempunyai banyak pilihan untuk memilih vendor yang kompeten, atau Usaha makanan siap saji waduuh jadi ngileer, kalau gw punya modal gue bikin usaha sebanyak2nya disini. jadi mau kan anda datang ke kaltim?
