25 Jun 2009

Debat Capres tentang Kemiskinan dan Pengangguran

Berikut pendapat admin tentang debat capres malam ini, terlepas dari pro dan kontra, ada beberapa point yang bisa kami simpulkan.

1. Lapangan kerja yang kurang, dimana jumlah lulusan berpendidikan jauh lebih banyak dibandingkan jumlah lapangan kerja yang tersedia. Dari hasil yang kami simak bahwa Tidak ada solusi yang memuaskan dari semua capres. Semua capres menyarankan untuk terjun ke wirausahaan atau perbaikan system pendidikan yang lebih sesuai dengan dunia kerja atau istilah mereka link and match. Sepertinya sebagian besar lulusan PT kita banyak yang tidak sesuai dengan lapangan kerja di butuhkan sehingga muncul tingginya pengangguran. Apakah system pendidikan di Indonesia salah jalan? Wah kalau seperti ini mau dibawa kemana sebenarnya nasib bangsa ini.
Yang jelas adalah bahwa lapangan kerja yang terbatas. Solusinya menurut saya, ya pemerintah harus dapat membantu menciptakan kewirausahaan2 baru dimana nantinya akan menciptakan lapangan2 kerja b aru, bukan seperti KUR, karena KUR pada kenyataanya sulit diaplikasikan karena tetap harus mempunyai jaminan untuk peminjaman modal usaha. Hanya 1 capres (JK) yang pada debat ini yang membahas secara detail tentang program yang akan dijalankan kedepanya yaitu memberikan modal 3 sd 20 juta tanpa jaminan untuk modal usaha.

2. UU th 2003 tentang ketenaga kerjaan dimana tidak ditemukan jalan keluar untuk menjembatani perbedaan kepentingan antara pengusaha dan outsourching. Semua capres jawabanya ngambang, sepertinya kehabisan ide untuk mengatasi ini. Mungkin ini adalah nasib para outsourching ternyata memang statusnya ngambang... Hehe bukan maksud ngejek. Tapi dari tahun 2003 sd 2009 kok belum ketemu jawabannya? Apakah pemerintah tidak mengerjakan PR ini, malu dong sama anak SD cukup 6 tahun sudah lulus.

Kesimpulan
Siapa pun yang dipilih nanti tentunya yang kita harapkan adalah seorang Pemimpin yang mampu memberantas kemiskinan dan pengangguran di bumi Indonesia ini. Amin